04 Juli 2007

kemaren

Tadi siang, tiba-tiba saya ingat tebak-tebakan jaman SD yang pernah diajukan teman saya. "Hayo bethek-bethekan, kapan hari yang paling tidak enak?".
Dari semua anak yang mendengar pertanyaan itu, jawabannya macam-macam. Ada yang menjawab: hari sial, atau hari pas terima rapot trus nggak naik kelas, hari ketika ban sepeda nggembos, hari pas nggak dikasih sangu, hari pas lupa ngerjain pe-er, hari pas ulangan mendadak, dan seterusnya.
Saya ingat kalau waktu itu juga semangat ikut menebak, tapi saya lupa apa saja yang saya sebutkan sebagai jawaban. Tapi yang pasti, semuanya diklaim salah, dan tentu saja yang benar adalah jawaban teman yang menyodorkan pertanyaan itu sendiri. Akal-akalan yang lazim diterapkan, bahkan banyak orang masih melakukannya sampai tua.
Dan seperti sewajarnya, semua anak kemudian bertanya, "trus sing bener, apa?". Si penanya jual mahal dan mengulur waktu dengan kembali menantang, "dibethek sik, no...!", sambil mrenges bernada kemenangan.
Sampai kemudian para penebak sudah terlihat mulai putus asa, barulah jawaban diberikan. "Kemaren. Hari pas tanggal 3 Juli"
"Lho, kok isa??"
"Tiga juli, kan ra penak....?"

Semua anak, termasuk saya, bengong tidak tahu maksudnya. Setelah kembali disebut "tiga juli" sambil dia menggerak-gerakkan kakinya ke depan-belakang, barulah kami mengerti dan bersungut-sungut,
"Wooo, kuwi digajuli...., ra mutu'ik..."

Begitulah kira-kira guyon yang dikatakan tidak bermutu di jaman saya masih anak SD itu. Tanggal 3 Juli dipelesetkan menggantikan kata "digajuli" (disepak, ditendang). Entah dari mana teman saya waktu itu mendapat ide tebak-tebakan model begitu, yang baru bertahun-tahun kemudian saya merasa lucune pol, setelah hal meleset begini menjadi populer.
Ada yang mengatakan bahwa plesetan merupakan gambaran kecerdasan. Tinggi-rendahnya dinilai dari seberapa cepat orang merespon dan ketepatan merangkai kalimat yang salah satu kata di dalamnya sudah dipelesetkan. Dan ini lalu menjadi amunisi penting ketika melucu.
Bagi kelompok pendengar, kecerdasannya dinilai dari kemampuan mengartikan kata yang dipelesetkan menjadi kata yang seharusnya berada dalam kalimat yang digunakan.

Jadi, meskipun dudu plesetan, tapi tulisan saya juga tetap nggak mutu.... Ya gimana lagi, lha wong terlambat cerdas, je....
Ah, wis ah...., saya mau kawin dulu....

aslinya gambar 3 juli itu dari sini
eh, iya... saya mau kawin tanggal 7 juli besok di klaten, mohon doa restu....

9 komentar:

Luthfi mengatakan...

hohoohohohhohoo
iki arep kawin opo arep nikah?
arep kondho yen ameh rabi ae ndadak muter2 kondo tgl 3 juli. mbok langsung ae ngomong 7 juli
beres khan :-)

btw aku gak iso teko lho ....

*siap2 turu*

Hedi mengatakan...

Semoga acara ijab kabul lancar, kang.

Moes Jum mengatakan...

wekekekeeeek ... ojo2 kawinmu kuwi yo plesetan pisan?? wah wah waaahh ... dhasar utek mleset. BTW aku koyone ora iso teko yo pek, ibuku rawuh jee

Bangsari mengatakan...

nganggo pesta nang mbogor ra kang? mbok undang undang. okeh?

Pinkina mengatakan...

Selamat menempuh hidup baru, semoga jadi keluarga sakinah mawadah warrahmah dunia akhirat, amin. Ancen musim rabi tenan iki :D

endikz mengatakan...

sido ningkahan to bos...???
G O ne wis mari to...??? suntik entek piro..??

sugeng perang neng ranjang wae wis.. ndereke wae ngapurane ora iso ngintip..

venus mengatakan...

asiiikkk...ada yg merit. selamat yaaaa...
eh, nguber angka sakti 7/7/7 ya, mas?

*venus, ga iso nglebokno url :(*

kw mengatakan...

selamat ya.. semoga kawinnya menyenangkan :)

anakperi mengatakan...

luthfi: lhah, lut... yen langsungan kuwi jenenge wara-wara, dudu posting...

hedi: matur nuwun, kang...

moes jum: wah, ya ora ta kang... wis dongane wae, ya...?

bangsari: aku pesta-pesta ngono kuwi sakjane risi je, kang... tapi semoga wis..

pinkina: amin. awakmu termasuk peserta musim ini, ya...? :)

endikz: lha kuwi rak gelar kehormatanmu ta, ndha? gonorheais causa. nggonku wis mari tak tambani pilisan aspal, saiki malah kapalen, je...

venus: makasih, tan... kebetulan banget euy...

kw: tengkiyu, dab....