19 Oktober 2012

PIT

Pagi hari, sliwar-sliwer orang naik sepeda di jalanan beraspal, saya suka melirik di bawah belahan pantatnya. Ada kuning-kuning dan gondhal-gandhul ketika terkena pengaruh gaya gowesnya. Itu pèneng penanda anggota sebuah komunitas pesepeda.

Pengendaranya mengenakan pakaian melekat badan, sepertinya khusus untuk olahraga yang berlimpah keringat. Tentu tidak lupa pula perangkat keselamatan semisal helm, kacamata cèngdem, sepatu, blebetan dengkul dan sikut, dan seterusnya. Punggung menyandang tas, saya duga isinya baju untuk ganti sesampai di tempat kerja. Bisa nyelip-nyelip di sela kendaraan bermotor yang terjebak macet, bahkan kalau sudah tidak nemu jalannya, itu sepeda tinggal dijunjung saja. Perawakan sepeda yang nampak begitu kokohnya, ternyata ringan saja. Sungguh hebat.

Dan sekarang saya terpengaruh tak kalah hebat.
Dan saya juga sudah punya pèneng sendiri.

Sampéyan mau ikut bergabung?

4 komentar:

endik mengatakan...

Cocok dab, ngko tukune speda mini roda papat, ditumpaki karo nggowo kirik. Jan melankolis tenan koyo neng pilem2 kae

anakperi mengatakan...

wakakaka... cen imajinasimu ki nek ora ngartun ya kemproh, ya rak ndha?

rita mustikasari mengatakan...

pengen dapet peneng itu. beli dimana?

anakperi mengatakan...

Mari sini, Bu Mustika... saya prin-kan. Namun jangan lupa membawa sendiri setikernya, ya...? :)